jelaskan pengertian motivasi perjalanan wisata

McIntosh Goeldner dan Ritchie (1999) menjabarkan motivasi berwisata ke dalam empat kelompok besar yaitu: (1) motivasi fisik, bertujuan untuk relaksasi, olahraga, dan penyegaran fisik; (2) motivasi budaya, keinginan untuk mengetahui budaya, adat, tradisi, dan kesenian daerah lain termasuk juga ketertarikan akan TujuanPembelajaran. Mengidentifikasi motivasi tujuan perjalanan. A. Pengertian dan Macam-macam Motivasi Perjalanan Wisata. Motivasi perjalanan wisata adalah hal-hal atau faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan perjalanan wisata. Faktor pendorong yang menyebabkan orang ingin berwisata adalah sebagai berikut. MenurutRichard Sihite, pengertian pariwisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan dalam jangka waktu pendek atau sementara dengan tujuan selain mencari nafkah. Kata pariwisata yang berasal dari bahasa Sansekerta, terdiri dari 2 bagian yaitu "pari" dan "wisata". Fragen An Eine Frau Zum Kennenlernen. Skip to content PENGERTIAN, Macam-Macam, Tujuan, dan Motivasi WISATA PARIWISATA MENURUT PARA AHLI Soekadijo, Pariwisata adalah Segala kegiatan dalam masyarakat yang berhubungan dengan wisatawan. B. JENIS-JENIS PARIWISATA Pariwisata Lokal Local Tourism Pariwisata setempat yang mempunyai ruang lingkup relatif sempit dan terbatas dalam tempat-tempat tertentu saja. Misalnya pariwisata kota Bandung, DKI Jakarta, dan Pariwisata Regional Regional Tourism Pariwisata yang berkembang di suatu tempat atau daerah yang ruang lingkupnya lebih luas bila dibandingkan dengan local tourism, tetapi lebih sempit bila dibandingkan dengan national tourism. Misalnya Pariwisata Sumatera Utara, Bali, dan lain-lain. Nasional National Tourism Pariwisata Nasional dalam arti sempit Kegiatan pariwisata yang berkembang dalam wilayah suatu negara. Pengertian ini sama halnya dengan “pariwisata dalam negeri” atau domestic tourism, di mana titik beratnya orang-orang yang melakukan perjalanan wisata adalah warga negara itu sendiri dan warga asing yang berdomisili di negara tersebut. 4. Regional-International Tourism Kegiatan Pariwisata yang berkembang di suatu wilayah international yang terbatas, tetapi melewati batas-batas lebih dari dua atau tiga negara dalam wilayah tersebut. Misalnya pariwisata kawasan ASEAN, Timur Tengah, Asia Selatan, Eropa Barat, dan lain-lain. 5 . International Tourism Kegiatan pariwisata yang berkembang di seluruh negara di dunia termasuk regional-international tourism dan national tourism. C. TUJUAN PARIWISATA 1. Untuk menggunakan waktu senggang, baik rekreasiberlibur, keperluan kesehatan, pelajaran dan pengetahuan, serta untuk menjalankan ibadah maupun olahraga 2. Untuk keperluan usaha atau bisnis, kunjungan keluarga, menjalankan tugas tugas, serta menghadiri konferensi. Jika seseorang mengadakan perjalanan kurang dari 24 jam, D. MOTIVASI PERJALANAN WISATA Pada dasarnya seseorang melakukan perjalanan dimotivasi oleh beberapa hal. Dari berbagai motivasi yang mendorong perjalanan, McIntosh 1977 dan Murphy 1985 mengatakan bahwa motivasi dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok besar yaitu sebagai berikut Physical or physiological motivationmotivasi yang bersifat fisik atau fisiologis, antara lain untuk relaksasi, kesehatan, kenyamanan, berpartisipasi dalam kegiatan olah raga, bersantai dan sebagainya. Cultural motivationmotivasi budaya, yaitu keinginan untuk mengetahui budaya, adat, tradisi dan kesenian daerah lain. Termasuk juga ketertarikan akan berbagai objek tinggalan budaya banggunan bersejarah. Social motivation atau interpersonal motivationmotivasi yang bersifat sosial, seperti mengunjungi teman dan keluarga, menemui mitra kerja, melakukan hal yang dianggap mendatangkan gengsi nilai prestise, melakukan ziarah, pelarian dari situasi-situasi yang membosankan dan sebagainya. Fantasy motivationmotivasi karena fantasi, yaitu adanya fantasi bahwa di daerah lain seseorang kan bisa lepas dari rutinitas keseharian yang menjemukan, dan ego-enhancement yang memberikan kepuasan psikologis. Disebut juga sebagai status and prestige motivation. SUMBER Related PapersABSTRACK This article tries to realize a solution how to make use of geology for eco-tourism and economic activities at the site management level. The paradigm in the management of geowisata is how the management of tourism is able to optimize the potential of nature geology to be added value for the economic welfare of local communities, as well as able to minimize the potential of natural damage. Therefore, this article attempts to recommend a geotourism management model. The management of geo-tourism is in five main focuses, including formulating the natural potential that can be used for geotourism activities, formulating criteria of geo-tourism destinations, geo-tourism management, formulating activities in geo-tourism activities, and finally on indicators of success or from geo-tourism output. ABSTRAK Artikel ini mencoba mewujudkan sebuah solusi bagaimana memanfaatkan kekayaan geologi beserta berbagai dinamikanya untuk kegiatan wisata dan ekonomi yang berwawasan lingkungan pada tingkatan manajemen tapak. Paradigma dalam pengelolaan geowisata adalah bagaimana pengelolaan pariwisata mampu mengoptimalkan potensi alam geologi menjadi bernilai tambah bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal, sekaligus mampu menekan seminimal mungkin potensi kerusakan alam. Oleh karena itu, artikel ini mencoba merekomendasikan model pengelolaan geowisata. Pengeloaan geowisata berada dalam lima fokus utama, yaitu merumuskan potensi alam yang dapat digunakan untuk kegiatan geowisata, merumuskan kriteria-kriteria destinasi geowisata, manajemen geowisata, merumuskan aktifitas dalam kegiatan geowisata, dan terakhir mengenai indikator keberhasilan atau dari output geowisata. Kata kunci Geowisata, pariwisata alam, geologi pariwisataPariwisata merupakan indutri yang berkembang sangat dinamis di Indonesia. Oleh karena itu, pengembangan pariwisata perlu diiringi dengan perkembangan ilmu dan hasil riset yang up to date. Jurnal Media Wisata selalu berupaya menghadirkan informasi-informasi baru berupa hasil riset para pakar bidang kepariwisataan. Pada edisi 16 kali ini, Jurnal Media Wisata menyajikan 10 artikel baru. Pertama artikel yang membahas tentang pergeseran strategi promosi dari media offline ke media online terbukti berdampak pada peningkatan jumlah pengunjung desa wisata. Artikel kedua tentang pengaruh daya tarik wisata alam terhadap kepuasan wisatwan. Artikel ketiga tersaji dalam bahasa inggri dengan judul “The pedicab is an icon of Yogyakarta, especially in Malioboro.” Artikel keempat membahas tentang birdwatching sebagai salah satu daya tarik wisata. Artikel kelima membahas tentang kurangnya sosialisasi dan komunikasi kepada masyarakat mengenai tujuan jangka panjang pengembangan wisata sebagai faktor dominan rendahnya partisipasi masyarakat. Artikel ke enam mengenai pengaruh substitusi tepung kedelai terhadap kualitas biskuit. Artikel ke tujuh mengenai pengaruh tampilan dan konten terhadap efektivitas promosi melalui website. Artikel ke delapan membahas mengenai penerapan Hazard Analysis Critical Control Point HACCP pada pengolahan makanan. Artikel sembilan tentang makna simbolik tokoh wayang semar dalam kepemimpinan jawa. Terakhir, artikel ke sepuluh membahas tentang potensi batik sebagai daya tarik desa wisata Redaksi Hary HermawanPerkembangan teknologi menyebabkan perkembangan pola pikir masyarakat, termasuk dalam hal berwisata. Teknologi yang maju dapat mempengaruhi preferensi wisatawan dalam memilih berbagai hal. Oleh karena itu diperlukan penelitian berkenlanjutan untuk mengetahui tren preferensi wisatawan yang terbaru. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik dan preferensi wisatawan yang mengunjungi destinasi prioritas Labuan Bajo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data primer yang digunakan didapat dari survei terhadap wisatawan menggunakan kuesioner serta dengan melakukan observasi lapangan. Jumlah responden sebanyak 240 orang, 175 wisatawan mancanegara dan 65 wisatawan nusantara, serta menggunakan pesawat terbang saat meninggalkan Labuan Bajo. Data yang didapat dianalisis dengan analisis tabulasi silang dengan alat analisis software SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atraksi serta aktivitas wisata favorit responden wisatawan mancanegara dan nusantara tidak didominasi Pulau Komodo dan melihat Komodo, melainkan didominasi kelompok Pulau Padar, dan spot diving di Laut Taman Nasional Komodo dengan aktivitas wisata favorit diving/snorkeling dan hiking/trekking. Kata kunci Karakteristik Wisatawan, Preferensi Wisatawan, Tabulasi Silang, Labuan BajoAbstract Sawarna Beach is located in Bayah District, Lebak Regency, Banten Province, 50 Kms to the west of Pelabuhan Ratu Harbour. This tourist destination is one of a model for community-based tourism at small village. Local community ran tourism business since 2007 and supported by beauty natural tourist attraction for surfer, hospitality of local services and nice tourist facilities. Numbers of visitors increses year by year. This research purposes to find out the model of community-based tourism and how they manage information as a part of participation. The research use descriptive quantitative and explorative methode. The use field observation, interviews and questionnaire to have the data. The result of the research of this local participation in tourism is 3,98. This means the degree of local community in participating in tourism is agree. Keywords community-based tourism, local participation, tourism services, beach resortAbstrack The research is aimed to study more about the extent to which locality-based safety design can increase the satisfaction of tourists to the tourist attraction in Ancient Volcano Nglanggeran Tourism Village, Pathuk Sub-District, Gunungkidul Regency, Yogyakarta Special Region. Quantitative research methods using linear regression analysis were chosen to analyze the role of locality-based safety design allegedly to moderate the influence of tourist attraction on the satisfaction of tourists. The results showed that safety design based on locality proved unable to moderate the performance of tourist attraction in influencing the satisfaction of tourists. The recommendation of the research result is the implementation of safety with the design that has been proven effective in ensuring the safety of ini bertujuan untuk menganalisis estimasi nilai Willingness To Pay WTP pengunjung untuk menentukan potensi harga maksimum yang bersedia dibayarkan untuk paket wisata yang ditawarkan di Umbul Ponggok, serta besarnya nilai WTP yang dibayarkan pengunjung. Penelitian ini menggunakan 100 responden pengunjung Umbul Ponggok. Penelitian ini menggunakan dua model persamaan dimana model pertama menggunakan Kesediaan Membayar sebagai variabel dependennya dan model kedua menggunakan WTP sebagai variabel dependennya. Variabel independen model pertama dan kedua yaitu Lama Kunjungan, Jenis Kelamin, Biaya Perjalanan, Umur, Pendapatan, dan Kesediaan Membayar. Hasil observasi diuji dengan model regresi ordinary least square. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 64 responden dari 100 yang menyatakan bersedia membayar dengan nilai rata-rata WTP responden untuk paket wisata di Umbul Ponggok sebesar Rp Variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap Kesediaan Membayar adalah Biaya Perjalanan dan Jenis Kelamin. Sedangkan variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap nilai WTP adalah Pendapatan dan Biaya Perjalanan. Motivasi Perjalanan WisataFigures - uploaded by I Gusti Bagus Rai UtamaAuthor contentAll figure content in this area was uploaded by I Gusti Bagus Rai UtamaContent may be subject to copyright. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, MA. 9/6/2016 Universitas Dhyana Pura Teladan dan Unggulan Referensi Utama Utama, I Gusti Bagus Rai. 2015. Pengantar Industri Pariwisata. Penerbit Deepublish Yogyakarta CV. BUDI UTAMA. Url Wisatawan adalah orang yang bepergian dari tempat tinggalnya untuk berkunjung ke tempat lain dengan menikmati perjalanan dari kunjungannya itu. Spillane, 1993. Tipologi wisatawan merupakan aspek sosiologis wisatawan yang menjadi bahasan yang penting karena pada penelitian ini akan meneliti persepsi wisatawan terhadap suatu objek wisata 9/6/2016 Universitas Dhyana Pura Teladan dan Unggulan Allocentris, yaitu wisatawan hanya ingin mengunjungi tempat-tempat yang belum diketahui, bersifat petualangan, dan mau memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh masyarakat lokal. Psycocentris, yaitu wisatawan yang hanya ingin mengunjungi daerah tujuan wisata sudah mempunyai fasilitas dengan standar yang sama dengan di negaranya. Mid-Centris, yaitu terletak diantara tipologi Allocentris dan Psycocentris9/6/2016 Universitas Dhyana Pura Teladan dan Unggulan Attraction daya tarik; daerah tujuan wisata selanjutnya disebut DTW untuk menarik wisatawan pasti memiliki daya tarik, baik daya tarik berupa alam maupun masyarakat dan budayanya. Accesable transportasi; accesable dimaksudkan agar wisatawan domestik dan mancanegara dapat dengan mudah dalam pencapaian tujuan ke tempat wisata Amenitiesfasilitas; amenitiesmemang menjadi salah satu syarat daerah tujuan wisata agar wisatawan dapat dengan kerasan tinggal lebih lama di DTW. Ancillary kelembagaan; adanya lembaga pariwisata wisatawan akan semakin sering mengunjungi dan mencari DTW apabila di daerah tersebut wisatawan dapat merasakan keamanan, protection of tourism dan terlindungi. 9/6/2016 Universitas Dhyana Pura Teladan dan Unggulan Selanjutnya Smith, 1988 dalam Pitana, 2005 mengklasifikasikan berbagai barang dan jasa yang harus disediakan oleh DTW menjadi enam kelompok besar, yaitu 1Transportation, 2Travel services, 3Accommodation, 4Food services, 5Activities and attractions recreation culture/entertainment, dan 6 Retail goods.Inti dari kedua pernyataan di atas adalah, aspek penawaran harus dapat menjelaskan apa yang akan ditawarkan, atraksinya apa saja, jenis transportasi yang dapat digunakan apa saja, fasilitas apa saja yang tersedia di DTW, siapa saja yang bisa dihubungi sebagai perantara pembelian paket wisata yang kan dibeli. 9/6/2016 Universitas Dhyana Pura Teladan dan Unggulan Harga; harga yang tinggi pada suatu daerah tujuan wisata akan memberikan imbas atau timbal balik pada wisatawan yang akan bepergian, sehingga permintaan wisatapun akan berkurang begitu pula sebaliknya. Pendapatan; apabila pendapatan suatu negara tinggi, kecendrungan untuk memilih daerah tujuan wisata sebagai tempat berlibur akan semakin tinggi dan bisa jadi calon wisatawan membuat sebuah usaha pada Daerah Tujuan Wisata jika dianggap menguntungkan. 9/6/2016 Universitas Dhyana Pura Teladan dan Unggulan Sosial Budaya; dengan adanya sosial budaya yang unik dan bercirikan atau berbeda dari apa yang ada di negara calon wisata berasal maka, peningkatan permintaan terhadap wisata akan tinggi hal ini akan membuat sebuah keingintahuan dan penggalian pengetahuan sebagai khasanah kekayaan pola pikir budaya wisatawan. Sospol Sosial Politik; dampak sosial politik belum terlihat apabila keadaan Daerah Tujuan Wisata dalam situasi aman dan tenteram, tetapi apabila hal tersebut berseberangan dengan kenyataan, maka sospol akan sangat terasa dampak dan pengaruhnya dalam terjadinya permintaan. 9/6/2016 Universitas Dhyana Pura Teladan dan Unggulan Intensitas keluarga; banyak atau sedikitnya keluarga juga berperan serta dalam permintaan wisata hal ini dapat diratifikasi, jumlah keluarga yang banyak maka keinginan untuk berlibur dari salah satu keluarga tersebut akan semakin besar, hal ini dapat dilihat dari kepentingan wisata itu sendiri. 9/6/2016 Universitas Dhyana Pura Teladan dan Unggulan Harga barang substitusi; disamping kelima aspek di atas, harga barang pengganti juga termasuk dalam aspek permintaan, dimana barang-barang pengganti dimisalkan sebagai pengganti DTW yang dijadikan cadangan dalam berwisata seperti Bali sebagai tujuan wisata utama di Indonesia, akibat suatu dan lain hal Bali tidak dapat memberikan kemampuan dalam memenuhi syarat-syarat Daerah Tujuan Wisata sehingga secara tidak langsung wisatawan akan mengubah tujuannya ke daerah terdekat seperti Malaysia dan Singapura. 9/6/2016 Universitas Dhyana Pura Teladan dan Unggulan Harga barang komplementer; merupakan sebuah barang yang saling membantu atau dengan kata lain barang komplementer adalah barang yang saling melengkapi, dimana apabila dikaitkan dengan pariwisata barang komplementer ini sebagai objek wisata yang saling melengkapi dengan objek wisata lainnya. 9/6/2016 Universitas Dhyana Pura Teladan dan Unggulan jumlah penduduk population size, kemampuan finansial masyarakat financial means,waktu senggang yang dimiliki leisure time,sistem transportasi, dan sistem pemasaran pariwisata yang ada. 9/6/2016 Universitas Dhyana Pura Teladan dan Unggulan Motivasi dipandang sebagai bagian dari sisi kebutuhan dan keinginan psikologis maupun biologis, yang meliputi bagian yang tidak dapat dipisahkan yang dapat mendorong dan menarik seseorang untuk berbuat atau melakukan aktivitas tertentu Motivasi pendorong berhubungan dengan dorongan, perasaan, dan insting yang berasal dari dalam diri seseorang. Motivasi penarik melibatkan representasi mental seperti pengetahuan atau keyakinan. 9/6/2016 Universitas Dhyana Pura Teladan dan Unggulan  1 Physical or physiological motivation yaitu motivasi yang bersifat fisik antara lain untuk relaksasi, kesehatan, kenyamanan, berpartisipasi dalam kegiatan olahraga, bersantai dan sebagainya. 2 Cultural motivation yaitu keinginan untuk mengetahui budaya, adat, tradisi dan kesenian daerah lain. 3Social or interpersonal motivation yaitu motivasi yang bersifat sosial, seperti mengunjungi teman dan keluarga, menemui mitra kerja, melakukan hal-hal yang dianggap mendatangkan gengsi prestice, melakukan ziarah, pelarian dari situasi yang membosankan dan seterusnya. 4 Fantasy motivation yaitu adanya motivasi di daerah lain sesorang akan bisa lepas dari rutinitas keseharian yang menjemukan dan yang memberikan kepuasan psikologis 9/6/2016 Universitas Dhyana Pura Teladan dan Unggulan 9/6/2016 Universitas Dhyana Pura Teladan dan Unggulan Faktor Pendorong push factors Faktor Penarik pull factors Rest and relaxation Beristirahat dan relaksasi Safety of the destination Jaminan keselamatan pada destinasi Visit to new places mengunjungi tempat-tempat baru Location of accommodation Lokasi akomodasi Learn and experience new things Belajar dan mengalami hal-hal baru Natural attractions Daya tarik alamiah Get away from stress Menjauhkan diri dari stress Price of inclusive packages/hotels Harga paket yang inklusif/hotel Escape from day-by-day activities Melarikan diri dari kegiatan sehari-hari Variety of suitability of food and beverage Berbagai makanan dan minuman yang sesuai Meet people and socialization Menemui orang-orang dan bersosialisasi Historical attractions Daya tarik sejarah Improve health and well-being Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan Cultural attractions Daya tarik budaya 9/6/2016 Universitas Dhyana Pura Teladan dan Unggulan Take challenge/experience and adventure Mencoba tantangan/ pengalaman dan petualangan Local transportation Transportasi lokal Seek intellectual enrichment Memperkaya intelektualitas Convenient immigration and customs procedure Kenyamanan urusan imigrasi dan prosedur beacukai Exercise physically Melatih fisik Availability of medical facilities Ketersediaan fasilitas medis Visit family and friends Mengunjungi keluarga dan teman-teman Infrastructure Infrastrukutur Destinasi Service quality of travel agents Kualitas layanan agen perjalanan Service quality of tour leaders and tour guide Kualitas pelayanan tour leader dan pemandu wisata Hotel accessibility and disability features Aksesibilitas hotel dan fasilitas untuk penyandang cacat/senior Special events and festivals Acara khusus dan festival Leisure activities Aktivitas wisata, rekreasi, dan hiburan Definisi citra destinasi destination image sudah tidak asing lagi dalam dunia pariwisata karena pada hakekatnya citralah yang sebenarnya yang menggerakkan dan mendorong wisatawan menentukan pilihan destinasi wisatanya. 9/6/2016 Universitas Dhyana Pura Teladan dan Unggulan 9/6/2016 Universitas Dhyana Pura Teladan dan Unggulan Pandangan tentang Citra Destinasi Lawson dan Bond-Bovy 1977 Sebuah ekspresi tentang sebuah pengetahuan, keyakinan diri, prasangka, hayalan dan pikiran emosional seorang individu tentang objek atau tempat tertentu. Konsep sebagai sebuah gambaran yang menerangkan kualitas atau kesan gabungan yang tertanam pada benak seseorang. Sebuah konstruksi mental yang terbangun pada seorang konsumen sebagai sebuah kesan dalam diri seseorang, yang muncul sebagai sebuah proses kreasi. Embacher dan Buttler 1989 Gabungan dari ide-ide atau konsep-konsep yang dimiliki secara individual maupun kolektif yang merupakan hasil dari sebuah pengamatan yang terdiri dari dua komponen yakni kognitif dan evaluatif. Fakeye dan Crompton 1991 Konstruksi mental yang dikembangkan oleh seorang wisatawan berdasarkan apa yang dapat mereka lihat dan rasakan. Keyakninan, ide, dan kesan seseorang tentang sebuah tempat. Kesan seseorang yang terdiri dari komponen kognitif, afektif, dan konatif. Sebuah representasi mental seseorang tentang beberapa atribut dan keuntungan yang didapatkan pada sebuah produk. Prasangka positif atau negatif yang dimiliki oleh seorang pelanggan atau penyalur tentang sebuah produk atau destinasi. 9/6/2016 Universitas Dhyana Pura Teladan dan Unggulan 9/6/2016 Universitas Dhyana Pura Teladan dan Unggulan Natural Resources dimanefestasikan dalam bentuk Iklim suhu dan kelembaban udara, pantai pasir, air laut, ombak, alam perdesaan flora dan fauna, taman, danau, gunung. Natural Environment dimanefestasikan dalam bentuk Pemandangan alam, daya tarik, kebersihan, polusi, kemacetan, kebisingan Culture, History, and Art dimanefestasikan dalam bentuk Festival, kerajinan, agama, adat istiadat, bangunan bersejarah Tourist Infrastructure dimanefestasikan dalam bentuk Hotel, restoran, pusat hiburan dan rekreasi Atmosphere of The Place dimanefestasikan dalam bentuk Kenyamanan, kesejukan, kehangatan, reputasi destinasi Tourist Leisure and Recreation dimanefestasikan dalam bentuk Kesempatan melakukan aktivitas wisata seperti memancing, berburu, surfing, diving, trekking, hiburan malam, dan sebagainya. General Infrastructure dimanefestasikan dalam bentuk Jalan raya, bandara, transportasi umum, rumah sakit, drainase, fasilitas komunikasi Social Environment dimanefestasikan dalam bentuk Kualitas hidup, kemiskinan, bahasa, keramahtamahan penduduk. Political And Economic Factors dimanefestasikan dalam bentuk Stabilitas politik, keamanan, terorisme, harga-harga Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor yang mendorong wisatawan berwisata! Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor yang menarik wisatawan berwisata! Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor membentuk citra destinasi wisata! 9/6/2016 Universitas Dhyana Pura Teladan dan Unggulan ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication. Pada dasarnya seseorang melakukan perjalanan dimotivasi oleh beberapa hal. Dari berbagai motivasi yang mendorong perjalanan, McIntosh 1977 dan Murphy 1985 mengatakan bahwa motivasi dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok besar yaitu sebagai berikut 1. Physical or physiological motivation motivasi yang bersifat fisik atau fisiologis, antara lain untuk relaksasi, kesehatan, kenyamanan, berpartisipasi dalam kegiatan olah raga, bersantai dan sebagainya. 2. Cultural motivation motivasi budaya, yaitu keinginan untuk mengetahui budaya, adat, tradisi dan kesenian daerah lain. Termasuk juga ketertarikan akan berbagai objek tinggalan budaya banggunan bersejarah. 3. Social motivation atau interpersonal motivation motivasi yang bersifat sosial, seperti mengunjungi teman dan keluarga, menemui mitra kerja, melakukan hal yang dianggap mendatangkan gengsi nilai prestise, melakukan ziarah, pelarian dari situasi-situasi yang membosankan dan sebagainya. 4. Fantasy motivation motivasi karena fantasi, yaitu adanya fantasi bahwa di daerah lain seseorang kan bisa lepas dari rutinitas keseharian yang menjemukan, dan ego-enhancement yang memberikan kepuasan psikologis. Disebut juga sebagai status and prestige motivation. Motivasi perjalanan seseorang dipengaruhi oleh faktor internal wisatawan itu sendiri dan faktor eksternal. Secara intrinsik, motivasi terbentuk karena adanya kebutuhan dan/atau keinginan manusia itu sendiri, sesuai dengan teori hirarki kebutuhan Maslow. Kebutuhan tersebut dimulai dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan, kebutuhan sosial, kebutuhan prestise dan kebutuhan akan aktualisasi diri. Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang terbentuknya dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal, seperti norma sosial, pengaruh atau tekanan keluarga dan situasi kerja yang terinternalisasi dan kemudian berkembang menjadi kebutuhan psikologis. Motivasi wisatawan untuk melepaskn diri sejenak dari kegiatan rutin berfungsi untuk melepaskan diri sejenak dari kegiatan rutinuntuk mengembalikan harmoni di masyarakat, sehingga pariwisata dapat dipandang sebagai salah satu bentuk terapi sosial. Motivasi merupakan faktor penting bagi calan wisatawan di dalam mengambil keputusan mengenai daerah tujuan wisata yang akan dikunjungi. Calon wisatawan akan mempersepsi daerah tujuan wisata yang memungkinkan, di mana persepsi ini dihasilkan oleh preferensi individual, pengalaman sebelumnya dan informasi yang didapatkannya. Apapun motivasi seseorang melakukan perjalanan wisata, maka bagi seorang wisatawan perjalanan tersebut akan mempunyai beberapa manfaat, antara lain sebagai berikut a. Perjalanan wisata merupakan wahana penyegaran dan regenerasi fisik dan mental. wisata merupakan kompensasi terhadap berbagai hal yang melelahkan, sekaligus juga sebagai wahana integrasi sosial bagi mereka yang di rumahnya merasa teralienasi. c. Perjalanan wisata merupakan pelarian dari situasi keseharian yang penuh ketegangan, rutinitas yang menjemukan, atau kejenuhan-kejenuhan karena beban kerja. d. Perjalanan wisata merupakan mekanisme bagi seseorang untuk dapat mengeluarkan perasaannya, melalui komunikasi dengan orang lain termasuk dengan masyarakat lokal. e. Perjalanan wisata merupakan wahana untuk mengembangkan wawasan. f. Perjalanan wisata merupakan wahana untuk mendapatkan kebebasan. g. Perjalanan wisata merupakan wahana untuk realisasi diri. h. Perjalanan wisata memang merupakan sesuatu yang menyenagkan, membuat hidup lebih bahagia. Sumber Motivasi perjalanan wisata ke Bali Zoo Park Kebun Binatang Bali Pembelajaran 2 Motivasi, Tujuan Perjalanan, dan Jenis Wisata Uraian A. Berbagai Daya Tarik Daerah Tujuan Wisata Banyak orang dibelahan Dunia ini yang melakukan perjalanan ke berbagai tempat yang belum pernah dikunjunginya. Melihat sesuatu yang unik yang memiliki nilai keindahan merupakan suatu kebutuhan dari manusia karena manusia juga memiliki sifat ingin tahu. Tahukah anda apa yang menjadi motivasi dari perjalanan wisata? Selanjutnya, apakah tujuan dari perjalanan wisata itu? Nah untuk bisa memahami hal tersebut berikut akan dijelaskan secara lebih rinci. 1. Motivasi Wisata Untuk umumnya seseorang yang melakukan perjalanan wisata bisa dimotivasi oleh beberapa hal, dari berbagai motivasi yang mendorong perjalanan, Mclntosh dan Murphy pernah mengatakan bahwa motivasi bisa dibagi menjadi empat macam, yaitu sebagai berikut Physical or physiological motivation atau motivasi yang mempunyai sifat fisik atau fisiologis, contohnya seperti relaksasi, kesehatan, kenyamanan, berpartisipasi dalam kegiatan olahraga, bersantai, dan yang berhubungan dengan sifat fisik lain. Cultural motivation atau motivasi budaya, adalah keinginan untuk mengetahui budaya, adat, tradisi, dan kesenian di daerah lain. Hal itu juga termasuk ketertarikan dari berbagai objek peninggalan budaya atau bangunan yang bersejarah. Social motivation atau interpersonal motivation atau motivasi yang mempunyai sifat sosial, seperti mengunjungi teman dan keluarga, menemui mitra kerja, melakukan hal yang dianggap mendatangkan gengsi, seperti nilai pretise, melakukan ziarah, dan melakukan pelarian dari situasi-situasi yang membosankan. Fantasy motivation atau motivasi karena fantasi, merupakan adanya fantasi bahwa di daerah lain, seseorang akan mampu lepas dari rutinitas keseharian yang menjemukan, dan ego-enhancement yang memberi kepuasan psikologis. Hal seperti itu juga disebut dengan status and prestige motivation. Motivasi perjalanan seseorang sering dipengaruhi oleh faktor internal wisatawan dan faktor eksternal. Motivasin adalah salah satu faktor penting untuk calon wisatawan dalam mengambil keputusan mengenai daerah tujuan wisata yang akan dikunjungi, calon wisatawan akan mempunyai persepsi pada daerah tujuan wisata yang memungkinkan, dimana persepsi ini mampu dihasilkan oleh preferensi individual, pengalaman sebelumnya, dan informasi yang bisa didapatkan. Ada motivasi yang kuat dari seseorang ketika melakukan perjalanan wisata, bagi seorang wisatawan, perjalanan tersebut memiliki beberapa manfaat, antara lain sebagai berikut Perjalanan wisata adalah wahana penyegaran dan regenerasi fisik dan mental. Perjalanan wisata berkaitan dengan kompensasi terhadap berbagai hal yang melelahkan, dan hal itu juga berfungsi sebagai wahana integrasi sosial bagi mereka yang di rumahnya merasa terkena teralienasi. Perjalanan wisata mempunyai manfaat dalam pelarian dari situasi keseharian yang penuh dengan ketegangan, rutinitas yang menjemukan dan berbagai macam kejenuhan-kejenuhan karena beban dari pekerjaan yang berat. Perjalanan wisata merupakan mekanisme bagi seseorang agar bisa mengeluarkan perasaannya, melalui komunikasi dengan orang lain termasuk dengan masyarakat lokal yang ada di daerah tujuan wisata. Perjalanan wisata adalah salah satu wahana yang berfungsi untuk mengembangkan wawasan pariwisata. Perjalanan wisata adalah wahana yang mempunyai fungsi untuk mendapatkan kebebasan. Perjalanan wisata adalah wahana yang bisa digunakan untuk realisasi diri. Perjalanan wisata adalah sesuatu yang menyenangkan, dan bisa membuat hidup lebih bahagia. 2. Tujuan Perjalanan Wisata Banyak orang suka berwisata, yang mempunyai manfaat untuk menyegarkan pikiran setelah lelah bekerja dan bersekolah. Berwisata sering dilakukan ketika mendapat libur kerja dan libur sekolah, Anda pasti suka berwisata bersama teman dan keluarga ketika masa libur tiba. Pasti ada hal yang memotivasi atau ada tujuan yang anda inginkan dari perjalanan wisata yang anda lakukan, dan setiap orang punya tujuan masing-masing ketika berwisata. Beberapa pendapat mengenai tujuan perjalanan wisata yang dilakukan oleh individu atau kelompok ada beberapa tujuan, seperti pendapat dari H. A. Maslow dalam bukunya yang berjudul Motivation & Personality, berpendapat bahwa orang melakukan perjalanan karena alas an kebutuhan atau need, terbagi atas dari beberapa hal, yaitu sebagai berikut Physiological needs atau kebutuhan akan makanan, air dan udara. The needs for security and safety atau kebuthan keamanan dan keselamatan. The survival needs atau kebutuhan akan keberadaannya, dicintai dan mencintai. The self actualization atau realization needs atau kebutuhan pengakuan diri. The needs to develop one’s own potential atau kebutuhan pengembangan potensi diri. The need to create or building one’s own personality and character atau kebutuhan akan menciptakan, membangun kepribadian dan karakternya. The need for change, divertissement, new scenery and experience atau kebutuhan akan perubahan, pelepasan, suasana, dan pengalaman baru. Jhon A. Thomas dalam bukunya yang berjudul Asta Travel News, menyebutkan ada 18 motivasi seseorang yang melakukan perjalanan seperti a. Education and cultural motives yang terdiri dari beberapa hal, yaitu sebagai berikut Melihat bagaimana kehidupan masyarakat di Negara lain, seperti dimana ia tinggal, bekerja dan bermain. Melihat tempat-tempat khusus yang ada disekitar. Memperoleh pemahaman yang lebih baik pada suatu tempat yang pernah didengar. Menghadiri suatu pertunjukan khusus. b. Relaxation and pleasure, seperti Meninggalkan kegiatan atau pekerjaan rutin. Memperoleh waktu yang terbaik. Mencapai pengalaman-pengalaman yang mempunyai sifat romantic. c. Ethnic Mengunjungi suatu tempat saudara-saudara kita hidup. Mengunjungi suatu tempat kepergian dari saudara-saudara dan teman-teman. d. Other Berjemur. Kesehatan. Olahraga. Ekonomi. Petualangan. Pengembangan diri. Mengikuti arus. Ikut serta dalam sejarah. Motivasi sosial. Tujuan berwisata lainnya yaitu sebagai berikut Wisata yang bertujuan untuk tujuan bersenang-senang atau wisata refreshing. Wisata yang mempunyai tujuan dalam keagamaan atau wisata religi. Wisata yang mempunyai tujuan untuk penelitian dan ilmu pengetahuan, discovery tourism, dan cultural tourism. Wisata yang mempunyai tujuan untuk olah raga, seperti golf, hunting, fishing, berkuda, dan balapan. Wisata yang bertujuan untuk kesehatan dan pengobatan atau health tourism. Untuk tujuan bisnis atau pengembangan usaha dan meeting, incentive, convention & exhibition atau MICE. Untuk tujuan minat khusus seperti menyelam, arung jeram, sky, dan fly. B. Jenis-Jenis Wisata 1. Wisata Budaya Menurut kamus besar bahasa Indonesia atau KBBI, wisata budaya mempunyai arti bepergian secara bersama-sama dengan tujuan mengenali hasil kebudayaan daerah setempat. Beberapa contoh wisata budaya, seperti Upacara adat, seni pertunjukan adat, ritual-ritual, peninggalan nenek moyang, dan lain-lain yang terkait dengan wisata budaya. 2. Wisata Pendidikan Wisata pendidikan adalah program wisata yang bisa berpadu dengan program pendidikan yang ada didalamnya. Jenis wisata ini bisa dilaksanakan di sekolah-sekolah yang berfungsi untuk mendukung pelajaran yang ada di sekolah. 3. Wisata Alam Wisata alam adalah kegiatan rekreasi dan pariwisata yang bisa memanfaatkan potensi alam dan menikmati keindahan alam, yang masih alami atau yang sudah ada usaha budi daya, agar ada daya tarik wisata pada tempat tersebut. Wisata alam bisa digunakan sebagai penyeimbang hidup setelah melakukan aktivitas yang sangat padat, dalam suasana pada keramaian kota. 4. Wisata Bahari Wisata bahari merupakan sebuah kegiatan wisata yang berhubungan dengan laut, pantai, dan danau. Selain menawarkan objek seperti ekosistem laut yang bisa ditawarkan sebagai daya tarik wisata, hal itu saat ini sudah dikemas dalam berbagai event yang diselenggarakan di laut, pantai, dan wilayah sekitarnya. 5. Wisata sejarah Wisata sejarah yaitu melakukan kegiatan wisata ke tempat-tempat peninggalan sejarah, seperti museum, prasasti dan candi. 6. Wisata religi Wisata religi merupakan perjalanan wisata dengan mengunjungi tempat khusus umat beragama, biasanya mengunjungi beberapa tempat, seperti tempat ibadah ataupun makam tokoh-tokoh agama terkemuka. EVALUASI Untuk evaluasi pembelajaran yang telah dilakukan dengan modul ini, maka jawablah pertanyan-pertanyaan berikut dengan jelas dan benar. Jawaban dibuat pada kertas double polio kemudian kumpulkan jawaban kepada gurumu. Pertanyaan Jelaskan 4 macam motivasi menurut McIntosh dan Murphy ! Jelaskan apa yang dimaksud dengan Physiological motivation ? Sebutkan contoh dari Physiological motivation ! Jelaskan tentang motivasi budaya ! Jelaskan jenis-jenis dari wisata ! Jelaskanlah pengertian wisata budaya menurut KBBI! Tuliskan beberapa contoh dari wisata budaya ! Pernahkah anda melakukan perjalanan wisata? Apa motivasi anda melakukan perjalanan wisata? Jelaskan manfaat melakukan perjalanan wisata! Jelaskan tujuan dari berwisata yang anda lakukan! RANGKUMAN MODUL 1. Motivasi perjalanan wisata bisa dibagi menjadi empat macam, yaitu Physical or physiological motivation Cultural votivation atau motivasi budaya Social motivation atau interpersonal motivation Fantasy motivation 2. Tujuan berwisata adalah sebagai berikut Wisata yang bertujuan untuk tujuan bersenang-senang atau wisata refreshing. Wisata yang mempunyai tujuan dalam keagamaan atau wisata religi. Wisata yang mempunyai tujuan untuk penelitian dan ilmu pengetahuan, discovery tourism, dan cultural tourism. Wisata yang mempunyai tujuan untuk olah raga, seperti golf, hunting, fishing, berkuda, dan balapan. Wisata yang bertujuan untuk kesehatan dan pengobatan atau health tourism. Untuk tujuan bisnis atau pengembangan usaha dan meeting, incentive, convention & exhibition atau MICE. Untuk tujuan minat khusus seperti menyelam, arung jeram, sky, dan fly. 3. Jenis wisata ada beberapa macam, yaitu sebagai berikut Wisata bahari Wisata pendidikan Wisata alam Wisata religi Wisata budaya TUGAS INDIVIDU Kerjakan tugas berikut ini dan kumpulkan pada gurumu sebelum Ulangan Tengah Semester UTS Soal - Ceritakanlah pengalaman Anda dalam melakukan perjalanan wisata kesuatu daerah tujuan wisata dengan daya tarik wisatanya yang anda senangi. - Tugas dibuat dalam bentuk makalah, minimal 3 halaman.

jelaskan pengertian motivasi perjalanan wisata